Rabu, 09 Desember 2009

Papan Reklame Bergambar Tahanan

Bandung - Papan reklame bergambar tahanan yang berada di Jalan Sumatera sudah terpasang sejak empat hari lalu. Gambarnya yang tak biasa dengan iklan papan reklame lainnya, cukup menyedot perhatian pengguna jalan. Meski cukup unik, warga berharap foto tahanan yang terpampang itu bukan tahanan asli.

Iis (35), penjaga warung yang persis berada di bawah papan reklame itu mengatakan sepengetahuanya, papan reklame itu baru dipasang empat hari lalu. "Dipasang oleh tiga orang pria pas dini hari," ujarnya kepada detikbandung ditemui di warungnya, Jalan Sumatera, Rabu (9/12/2009).

Diakui Iis, gambar papan reklame itu memang membuat penasaran. "Iya sih memang jadi bikin kita penasaran, jadi ingin lihat. Tapi mudah-mudahan itu bukan tahanan asli, kasihan keluarganya kalau asli," katanya.

Pendapat yang sama dikatakan salah seorang sopir Taksi Putra yang mangkal di Jalan Sumatera, Yunus (41). "Mudah-mudahan bukan tahanan asli, kalau tahanan asli kacida pisan. Apalagi kalau dia punya anak istri," sesalnya.

Papan reklame berukuran sekitar 4x6 meter itu berdiri kokoh di seberang Rumah Sakit Jiwa Bandung. Persisnya di samping Hotel Santika.

Kaos tahanan berwarna orange dan berkerah merah melekat ditubuh pria ini. Tanpa wajah dikaburkan, sang pria berpose setengah badan. Pada bagian dada kirinya tertera angka 18. Di bawah angka terpampang tulisan 'TAHANAN'.

Seolah ingin mengundang peminat pemasang iklan, di reklame tersebut pun dibubuhi kalimat berbahasa Sunda. Kalimat berhuruf kapital warna hitam itu yakni : COCOK KEUR IKLAN EUY !... IEU NO HP NA : 08122383839.

Belum jelas apakah nama serta pria yang tampil di papan reklame ini memang benar tahanan atau bukan. Atau sengaja pria ini bintang iklan yang didandani baju tahanan.

Namun, bila disimak, suasana fotonya mirip di sebuah ruangan besuk tahanan. Sementara di belakang pria tampak tembok berkeramik putih. Turut juga menghiasi sebuah kaca serta kertas kuning berbentuk segi empat yang bertulis, 'WAKTU BESUK TAHANAN 10 MENIT'.

Sumber : detik.com

Selasa, 08 Desember 2009

Shine on, lets make harmony for the better future!

Baru kali ini aku ngerasa sakitnya dikhianatin, sumpah sakit banget ternyata. Aku bener-bener gag nyangka semua bakal kaya gini. Entah apa yang terbesit dalam pikirannya? Setelah aku diajak terbang tinggi bersama, dengan sangat mudah aku dihempaskan ke dalam jurang yang curam. Dia bilang dia sakit, tapi aku lebih sakit! Tapi ya sudahlah, aku percaya Allah Maha Pengasih & Maha Penyayang. Ingat untuk selalu memaafkan, mendoakan dan meminta ampunkan orang yang telah menyakiti kita. Aku pasti bisa melakukan itu (amien). Tapi, meskipun aku telah dikhianatin, sampai saat ini aku masih berharap padanya, aku masih mencintainya, apakah aku bodoh? entah? hanya waktu yang bisa menjawab semua ini. Aku siap menerima apapun yang terjadi, karena semuanya merupakan sebuah ketetapan dari Allah SWT.
Hidup bukan hanya hari kemarin dan hari ini, tapi masih ada hari esok yang selalu memanti untuk lebih baik daripada hari kemarin dan hari ini. Aku percaya, aku pasti bisa. Masih terlalu banyak hal positif yang harus aku lakukan daripada aku hanya terus berjalan tanpa arah karena sebuah pengkhianatan. Masih ada Allah, keluarga, dan sahabat yang ada untukku.
Shine on, lets make harmony for the better future!!!!

Kamis, 26 November 2009

Mencoba Gila

Hhhhhmmmmm, makin gga jelas ajj nih, (siapa yang gga jelas? tentu saya, Duane) ne ajj ngblog juga bingung mu nulis apaan? Hari ini tuh Kamis, 26 November 2009, untuk kesekian kalinya Bandung dianugrahi hujan oleh Allah SWT. Besok tuh Jum'at 27 November 2009 Idul Adha, untuk ke-3 kalinya aku gga pulkam waktu Idul Adha (sedih). Dikostan sendirian, semua pada pulang kampung, untung kostan sekarang udah ada TV kabelnya (trimakasih Bpk Dadang & Ibu Oke) jadi paling gga bisa betah mantengin depan TV, bisa nambah banyak wawasan juga lho. Aku pengen maen euy, tp gga ada temen, pacar? sekarang juga udah gga ada :'( bener-bener hidup yang sedang diuji. Sekarang mau OL Facebook juga udah males uy (gara" nilai uts anjlok but akan saya hajar waktu uas). Sumpah gga jalas banget nih diriku, pengen lari-lari tapi ujan, kalo ujan-ujan ntar malah sakit jadi ngrepotin orang lain (itu juga dengan catatatn orang lain ada yang mau direpotin, nah kalo gga? tanggung sendiri tuh sakit, Maknyos!!!!). Tapi bagaimana pun juga, apa pun yang terjadi, aku pasti bisa melewatin semua ini. Aku percaya aku bisa, Allah pasti sayang aku.
Terus terang, terang terus (loh qo jadi kaya iklan lampu) aku lagi kangen sama banyak orang nih, kangen mama & papa, kangen kakak, kangen eva astriana, kangen teman-teman di Ponorogo, kangen gila-gilaan jadi petualang, hha. ayolah siapa saja yang bisa buat aku ketawa, aku mohon bantuan kalian, buat aku tertawa donk, aku sedang sakit susah ketawa nih.
OK aku rasa cukup sekian dulu ya, udah magrib, selamat berbuka puasa bagi semua yang menjalankan. Bagi siapa aja yang sudah baca, trimakasih ya mau nyempatin waktu buat baca :)

Senin, 16 November 2009

Aku

Aku bingung
Aku bimbang
Aku sedih
Aku benci
Aku terpaku
Aku rapuh, saat ini ku rapuh

Jumat, 13 November 2009

Penemu Ikan Berkepala Buaya Mimpi dan Kesurupan

Penemuan ikan berkepala buaya yang mengejutkan warga Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya tampaknya memiliki nilai mistis bagi pada salah satu penemunya.

Pasalnya, malam hari setelah penemuan ikan tersebut ia bermimpi aneh. Dalam mimpinya, Suwaji (58) disuruh oleh suara misterius agar mengembalikan ikan aneh temuannya.

"Tapi, kalau tidak dikembalikan ia harus memberinya kembang dan dupa," ujar Suwarni (47), rekan Suwaji yang turut menemukan ikan itu, Kamis (12/11/2009) malam.

Tak hanya itu saja, selain mendengar suara misterius, malam itu juga Suwaji juga langsung kesurupan. Tanpa sadar, Suwaji mengamuk dan sempat masuk tambak.

"Dia berteriak-teriak dan ngamuk, kemudian njebur tambak," ujar Suwrani yang asli Pacitan ini.

Akibatnya, karena kondisinya yang masih belum sadar betul, Suwaji pun akhirnya terpaksa dipulangkan ke Jombang.

"Iya, dia memilih untuk berobat dan terapi di daerahnya," tambah Suwarni.

Kini, ikan misterius berkepala buaya masih disimpan di dalam gubuk milik Sulton (59). Ikan aneh ini menjadi tontonan warga.

Di tempat itu juga disediakan kotak amal untuk perbaikan jalan dan jembatan. Ahmad Qosim (33), salah satu warga mengatakan jika dirinya penasaran dan ingin melihat ikan berkepala buaya tersebut.

"Pada mulanya saya sempat tak percaya, tapi setelah saya lihat sendiri ternyata memang ikan itu sangat aneh," ujar Qosim yang datang bersama istrinya.

Sumber : detik.com